5 Tahapan Wajib dalam Memulai Bisnis (Out Of The Box)

Tahapan Wajib dalam Memulai Bisnis

Memulai Bisnis – Siapa sih yang tidak memiliki keinginan untuk menjadi seorang pebisnis? Bahkan seorang pekerja yang sudah memiliki gaji 15juta-pun ketika ditanya pasti dia akan memilih untuk menjadi seorang pebisnis daripada seorang pekerja.

Banyak orang beranggapan bahwa seorang pebisnis memiliki banyak keistimewaan dari pada seorang pekerja atau karyawan. Seperti: kebebasan finansial dan kebebasan waktu. Dua hal ini yang sering dilihat dari seorang pebisnis. Sebuah gambaran yang sangat manis.

Apakah semua pebisnis memiliki kebebasan finansial dan kebebasan waktu? Jawaban pastinya adalah ternyata sangat sedikit pebisnis yang memiliki kebebasan finansial dan kebebasan waktu. Kenapa demikian? Karena hawa nafsu selalu merasa uang selalu kurang dan waktu tidak akan pernah ada cukupnya.

Kebanyakan pebisnis sukses bisa meraih kesuksesan karena memang mereka hobi berbisnis. Ya, betul, mereka menikmati setiap aktifitas bisnis yang dilakukan. Mereka tidak hanya mencari uang, tapi sebuah hobi dan mereka mencintai di setiap langkah-langkah bisnis yang harus ditempuhnya.

Semoga Kamu bisa menjadikan bisnis sebagai sebuah hobi yang bernilai seni. Ya, cara merayu konsumen, cara mengemas sebuah produk, cara menyeting suatu pemasaran dan cara membuat inovasi produk adalah pekerjaan yang sarat dengan seni dan kreatifitas imajiner. Hargailah bisnis Kamu sebagai sebuah hobi yang menyenangkan, buatlah karya seni yang menakjubkan dalam pedoman bisnismu.

Mari kita bahas tahapan wajib dalam memulai sebuah bisnis. Pastikan 5 hal dibawah ini sudah Kamu aplikasikan ya!

1. Tentukan Target Marketnya

Dalam memulai sebuah bisnis, pastikan Kamu memiliki market atau pasar yang tertarget. Maksudnya adalah, bahwa produk atau layanan yang Kamu berikan memang dibutuhkan di masyarakat. Jangan sekali-kali memulai bisnis hanya dengan bermodal egois keinginan Kamu.

Tahapan awal memulai Bisnis

Mungkin, Kamu perlu melakukan riset produk atau layanan yang akan Kamu jual dipasaran. Kenali produk Kamu dan pastikan bahwa produk Kamu adalah solusi bagi banyak orang. Tidak harus sesuatu yang baru, Kamu bisa berinovasi dengan produk yang sudah lama ada dipasaran juga kok.

Contoh produk yang sudah lama ada dan hanya di inovasi adalah Gojek. Ya, Gojek bukan hal baru, layanan ojek sudah dari jaman dahulu ada di indonesia. Namun, Gojek memberikan inovasi dalam layanannya, yakni kemudahaan akses untuk menyatukan pengojek dengan konsumennya. Gojek memberikan inovasi kemudahan. Kemudahaan adalah sebuah kebutuhan bagi setiap orang. Gojek sukses memenuhi kebutuhan pasar dengan layanan jadul namun memiliki inovasi dalam sisi kemudahan akses.

Selain masalah produk atau layanan. Kamu perlu menyasar kelas pasar. Apakah pasar yang Kamu sasar adalah kelas bawah, kelas menengah, atau kelas atas. Kelas pasar akan berpengaruh terhadap harga dan layanan. Beberapa produk hanya menyasar kelas atas dengan suguhan ekslusifitasnya, seperti Apple. Apple selalu memiliki harga mahal, harga mahal identik dengan mewah, Apple sukses membuat target market percaya bahwa hanya orang berkelas dan eksklusif saja yang menggunakan produknya. Secara tidak langsung, jika Kamu memakai produk Apple maka Kamu berada dalam kelas sosial yang berbeda.

 

2. Tentukan Produknya

Setelah Kamu memiliki pasar dari produk atau layanan yang diinginkan, langkah selanjutnya adalah menentukan produk itu sendiri. Jika Kamu akan melakukan produksi maka sesuaikan hasil prosuksi Kamu dengan kelas pasar Kamu.

Jika Kamu menyasar kelas atas, maka produk Kamu harus memiliki kualitas terbaik dan produk Kamu harus terbaik diantara produk yang mirip atau sama yang beredar dipasaran. Jika market Kamu kelas bawah maka produk Kamu harus lebih murah dari produk yang beredar dipasaran. Jika produk Kamu kelas menengah maka produk Kamu harus memiliki harga yang sedang dengan kualitas yang sedang pula.

Dalam permainan produk atau layanan, perlu memperhatikan kelas pasar agar Kamu bisa fokus dalam membangun bisnis. Fokus saja dulu pada target sasaran awal. Setelah Kamu menguasai market yang ditargetkan barulah menyasar ke kelas yang lainnya.

 

3. Tentukan Modalnya

Jangan berpikir bahwa modal adalah poin yang paling utama. Modal setidaknya adalah poin ketiga dalam dunia bisnis. Setelah Kamu memiliki market, produk, barulah berfikir berapa modal yang diperlukan untuk membuat atau menyediakan produkmu.

Jika Kamu masih dalam tahap membangun bisnis, maka sebaiknya pakailah modal yang secukupnya saja. Jangan memakai modal yang terlalu besar atau berlebih karena dikhawatirkan modal Kamu nantinya tidak produktif karena Kamu bisa terlena dengan kelebihan modal yang ada untuk membeli produk secara berlebihan atau produk yang tidak menjadi prioritas utamamu.

Untuk mendapatkan dana, Kamu bisa gunakan modal pribadi Kamu sendiri (jika memiliki tabungan), gunakan layanan kredit bank, join venture atau mencari investor. Jika Kamu masih sanggup mendanai sendiri lebih baik Kamu lakukan sendiri saja dahulu, setelah Kamu cukup paham dengan potensinya baru menjaring mitra bisnis untuk mengembangkan bisnis agar lebih besar

 

4. Tentukan Pemasarannya

Poin keempat yang perlu Kamu lakukan, kebanyakan usaha kecil lupa menerapkan hal ini, yakni pemasaran atau marketing. Marketing adalah sosok vital dalam bisnis. Para pemain besar seperti Google dan Facebook saja masih melakukan kampanye iklan, padahal siapa sih hari gini yang tidak tau Google dan Facebook?

Meskipun demikian, Kamu tidak perlu memasang iklan berlebihan. Tidak mungkin juga jika Kamu jualan cilok tetapi Kamu akan mengiklan di Adword Google. Jika bisnis Kamu masih sekala lokal maka minimal buatlah banner tentang bisnis Kamu atau lakukan share di media sosial.

Mungkin terlihat sepele, masa jualan cilok sampai share di sosial media? Eh jangan salah, jika Kamu akan melakukan acara arisan atau nikahan yang kadang butuh cemilan penyuguh tamu, eh kamu inget ada layanan pesan cilok. Dan BOOMM Kamu akan menghubungi dan memesan paket produk cilok tersebut.

Target dari iklan adalah mengenalkan produk ke orang-orang yang lebih luas, untuk menjangkau lebih banyak orang. Jika saya sedang bingung akan pesan cilok atau batagor untuk acara nanti sore dirumah, tapi saya inget ada share digroup WA tentang cilok, saya rasa saya akan memesan cilok karena ga perlu ribet cari penyuplai batagor. Nah, selain masalah lebih banyak orang yang dijangkau, iklan juga memiliki sifat menghipnotis atau membuat orang terhagemoni.

Jadi, besar atau kecil bisnis Kamu, Kamu tetap wajib melakukan marketing.

 

5. Tentukan Manajemennya

Poin terakhir dalam membangun bisnis adalah menentukan manajemennya. Manajemen bukan hal paling vital dalam bisnis tetapi sangat penting. Kenapa bukan vital, padahal manajemen yang buruk akan menghancurkan sebuah bisnis mapan? Karena teori berbisnis yang paling inti adalah: penjual, produk, dan pembeli.

Biarpun bukan vital tapi manajemen adalah hal utama. Sebuah bisnis bisa hancur jika memiliki manajemen yang buruk. Apakah bisnis cilok butuh manajemen? Tentu saja, sekecil apapun sebuah bisnis perlu manajemen. Minimal adalah manajemen keuangan. Kamu bisa bayangkan bagaimana hasilnya jika uang yang didapat tidak dipisahkan, mana modal mana untungnya. Minimal bikin 3 paket keuangan, yakni uang modal, uang keuntungan, dan uang cadangan dari persentase keuntungan.

Manajemen yang baik akan membuat bisnis Kamu mudah berkembang dan cukup kuat menghadapi tantangan pesaing-pesaing bisnis lainnya.

Sesuaikan manajemen Kamu dengan besar dan kecilnya skala bisnismu. Tapi Kamu wajib membuat sebuah menajemen meskipun Kamu masing single fighter dalam membangun bisnis atau usaha ini. Selamat mencoba dan sukses selalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.